Dari diskusi kecil dua mahasiswa di Semarang hingga platform komunitas pusdokinfo nasional — tujuh tahun merawat semangat berbagi pengetahuan.
Dimulai dari dua orang, bertumbuh bersama komunitas. Semua yang kami bangun — dari taman baca keliling hingga platform digital — berlandaskan satu prinsip: pengetahuan harus bisa diakses semua orang, gratis, tanpa pengecualian.
Literatif — singkatan dari Literasi Alternatif — digagas oleh dua mahasiswa Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro sebagai ruang belajar kepraktisian mandiri. Diskusi-diskusi kecil antar sesama mahasiswa dituangkan menjadi infografis dan konten visual seputar perpustakaan yang disebarluaskan secara bebas ke publik.
Dipilihnya 17 Agustus bukan kebetulan — Literatif lahir dengan semangat kemerdekaan akses pengetahuan untuk semua.
Literatif bergerak langsung ke masyarakat. Setiap minggu, kami berkeliling taman-taman kota Semarang membawa koleksi bahan bacaan gratis untuk siapapun yang datang — anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.
Di periode ini kami juga aktif mendistribusikan sumbangan bahan bacaan ke komunitas yang membutuhkan.
LibTalks adalah seri talkshow yang kami gagas untuk mempertemukan praktisi dan akademisi perpustakaan dalam satu ruang diskusi yang hangat dan terbuka.
Topik yang diangkat berkisar pada praktik nyata kepustakawanan, inovasi layanan perpustakaan, hingga isu-isu terkini di dunia pusdokinfo Indonesia.
Seluruh anggota pendiri kini berkiprah sebagai praktisi aktif di dunia perpustakaan dan informasi. Literatif terus bertumbuh — memproduksi konten, menjalin kolaborasi lintas institusi, dan memperdalam kajian riset kepustakawanan.
Platform digital terus dikembangkan: infografis, artikel, podcast, video, hingga literasi publikasi ilmiah — termasuk edukasi mengenai jurnal predator dan pentingnya memilih kanal publikasi yang bereputasi.
JagaPerpus.org adalah portal repositori digital dan inisiasi pengarsipan yang difokuskan untuk mengumpulkan, melestarikan, dan menyebarkan dokumen sejarah perpustakaan serta kepustakawanan di Indonesia.
Platform ini dikembangkan oleh peneliti sebagai bentuk preservasi digital terhadap sejarah panjang profesi pustakawan — memastikan warisan pengetahuan kepustakawanan Indonesia tidak hilang ditelan waktu.
Literasi pengetahuan terus berkembang. Di tahun ini Literatif mengembangkan dua platform baru yang memperluas jangkauan misi kami.
Literatif adalah ruang belajar milik bersama. Semua konten, komunitas, dan platform kami gratis — dan akan selalu gratis — untuk akses pengetahuan yang inklusif.