Pada masa kejayaan Islam, banyak cendekiawan muslim yang pemikirannya memberi pengaruh besar bagi dunia, bahkan hingga saat ini. Menariknya, hal tersebut terjadi di tengah keterbatasan teknologi—belum adanya mesin pengganda seperti fotokopi, printer, atau scanner.
Di sisi lain, para cendekiawan tentu tidak memiliki cukup waktu untuk menyalin karya mereka secara berulang demi penyebarluasan ilmu. Sementara itu, perpustakaan pada masa tersebut menjadi simbol kekuasaan sekaligus kejayaan, sehingga kebutuhan akan naskah semakin tinggi.
Dari kondisi inilah muncul profesi penyalin naskah yang dikenal sebagai warraq, yang berkembang sekitar abad ke-3 hingga ke-4 Hijriah dan berperan penting dalam distribusi pengetahuan di dunia Islam.
Bergabung ke Literatif Hub untuk diskusi, bookmark, dan akses infografis eksklusif.
Daftar Gratis →