Program Ngobam Didik Kempot dari @pergijauh mengingatkan bahwa aset budaya bukan hanya benda, tetapi juga manusia. @didikempot_official menjadi contoh nyata bagaimana seorang individu dapat menjadi aset kultural yang perlu dijaga dan diwariskan.
Perpustakaan sebagai lembaga literasi semestinya berperan dalam hal ini—mengumpulkan karya terkait aset kultural, mendiseminasikannya secara luas, serta mengolahnya menjadi pengetahuan baru yang bermanfaat.
Kini kita tahu, Didi Kempot mampu menembus batas waktu. Ia menciptakan satu “zona” tersendiri: Waktu Indonesia Bagian Cidro. Karena hanya beliau yang mampu mengajarkan patah hati, bahkan sebelum kita benar-benar jatuh hati. 😭
Sobat Ambyar, mana suaranyaaaaa? 😭😭😭😭
Bergabung ke Literatif Hub untuk diskusi, bookmark, dan akses infografis eksklusif.
Daftar Gratis →